Event online kini menjadi salah satu cara paling efektif bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan, sekaligus meningkatkan penjualan tanpa harus memiliki toko fisik besar. Dengan strategi yang tepat, event digital seperti live shopping, webinar produk, bazar online, hingga kolaborasi komunitas dapat menjadi “mesin promosi” yang membawa UMKM masuk ke pasar yang lebih luas, bahkan lintas kota dan provinsi. Tantangannya bukan hanya soal ikut event, tetapi bagaimana UMKM mengoptimalkan momen event agar audiens tertarik, percaya, lalu melakukan pembelian.
Memahami Jenis Event Online yang Paling Cocok untuk UMKM
UMKM perlu memilih jenis event online berdasarkan karakter produk dan target pasar. Untuk produk cepat laku seperti makanan ringan, fashion, dan kebutuhan harian, live shopping atau bazar online biasanya lebih efektif karena sifatnya langsung mendorong transaksi. Sementara untuk produk yang butuh edukasi seperti skincare, produk kesehatan, atau peralatan tertentu, webinar dan sesi demo lebih cocok karena membangun pemahaman sebelum pembeli memutuskan membeli. Ada juga event berbasis komunitas seperti campaign challenge atau festival UMKM digital yang berfungsi memperluas jangkauan audiens baru. Dengan memahami tipe event yang tepat, UMKM tidak membuang biaya dan tenaga pada event yang tidak sesuai.
Menyiapkan Produk dan Penawaran Khusus untuk Meningkatkan Daya Tarik
Event online identik dengan persaingan tinggi karena banyak brand tampil bersamaan. Karena itu UMKM perlu menyiapkan daya tarik yang berbeda. Cara paling sederhana adalah membuat penawaran khusus event seperti paket bundling, diskon terbatas, bonus pembelian, atau voucher ongkir. Penawaran ini harus jelas dan dibuat dengan batas waktu agar pembeli terdorong mengambil keputusan lebih cepat. Selain promo, UMKM juga perlu memastikan stok aman, varian produk lengkap, dan kemasan siap kirim. Event online yang sukses bukan hanya ramai penonton, tetapi juga lancar dalam proses order hingga pengiriman.
Membuat Materi Promosi Event yang Singkat dan Mudah Dipahami
Salah satu kesalahan UMKM saat ikut event online adalah terlalu fokus pada produk, tetapi lupa menyiapkan materi promosi yang menarik. Padahal audiens online cenderung cepat bosan dan hanya berhenti pada konten yang langsung menjelaskan manfaat. UMKM sebaiknya membuat materi berupa poster digital, video pendek, dan caption promosi yang menekankan keunggulan produk, harga event, serta cara beli. Materi harus konsisten secara visual agar brand terlihat profesional dan mudah diingat. Pemilihan kata juga perlu sederhana, jelas, dan tidak berlebihan agar audiens merasa nyaman.
Memanfaatkan Live Streaming untuk Mendorong Interaksi dan Kepercayaan
Live streaming adalah senjata utama event online karena menggabungkan promosi dan interaksi real time. Dalam live, UMKM bisa menunjukkan produk secara detail, menjawab pertanyaan audiens, dan membuktikan kualitas produk secara langsung. Kepercayaan konsumen sering kali muncul dari hal kecil seperti cara penjual menjelaskan produk, respon cepat, serta demo nyata. Agar live lebih efektif, UMKM perlu menyiapkan skrip ringan berisi poin penting, urutan produk yang akan ditampilkan, dan call to action yang jelas. Selain itu, menambahkan sesi flash sale atau limited offer saat live bisa meningkatkan transaksi secara signifikan.
Menggunakan Strategi Kolaborasi Agar Menjangkau Audiens Baru
UMKM tidak harus mengandalkan audiens sendiri. Event online memberi peluang besar untuk kolaborasi, misalnya dengan host event, influencer mikro, komunitas lokal, hingga UMKM lain yang produknya saling melengkapi. Kolaborasi dapat memperluas jangkauan audiens karena produk dikenalkan kepada pasar yang sebelumnya belum mengenal brand. Contohnya UMKM kopi bisa kolaborasi dengan UMKM camilan, sehingga penawaran bundling lebih menarik dan target market semakin luas. Dengan kerja sama seperti ini, UMKM bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem promosi yang lebih kuat.
Mengoptimalkan Sistem Penjualan agar Transaksi Tidak Terhambat
Event online biasanya menciptakan lonjakan order dalam waktu singkat. Jika UMKM tidak siap, transaksi bisa kacau, chat menumpuk, dan pembeli kecewa. Karena itu sistem penjualan harus ditata sejak awal. UMKM dapat memanfaatkan katalog digital, fitur keranjang, template balasan cepat, hingga pencatatan order otomatis. Jika event dilakukan lewat marketplace atau social commerce, UMKM harus memastikan link produk aktif, promo sudah dipasang, serta metode pembayaran berjalan lancar. Proses yang rapi membuat konsumen merasa aman dan meningkatkan peluang pembelian ulang.
Evaluasi Event untuk Menentukan Strategi Penjualan Berikutnya
Setelah event selesai, UMKM perlu melakukan evaluasi agar kegiatan berikutnya lebih efektif. Evaluasi tidak harus rumit, cukup dengan melihat data seperti jumlah penonton, jumlah order, produk paling laku, serta jam transaksi tertinggi. Dari sini UMKM bisa memahami pola perilaku pelanggan dan menentukan strategi event selanjutnya. Selain itu, UMKM juga perlu menindaklanjuti audiens event dengan cara menyimpan kontak pelanggan, mengirim promo lanjutan, atau membuat konten yang relevan. Event online sebaiknya tidak dianggap sebagai kegiatan sekali jalan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pasar.
Kesimpulan
Memanfaatkan event online adalah langkah cerdas bagi UMKM untuk menjual produk ke pasar lebih luas. Dengan memilih event yang sesuai, menyiapkan produk dan promo, memaksimalkan live streaming, memperluas jangkauan lewat kolaborasi, serta memastikan sistem transaksi berjalan rapi, UMKM dapat meningkatkan penjualan sekaligus membangun brand yang lebih dikenal. Jika dilakukan secara konsisten dan dievaluasi dengan baik, event online akan menjadi saluran pemasaran yang kuat untuk pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.





