Options saham adalah instrumen derivatif yang memberi peluang keuntungan lebih fleksibel dibanding hanya membeli dan menahan saham. Namun, potensi keuntungan yang besar selalu datang berdampingan dengan risiko yang juga tinggi. Karena itu, strategi options yang tepat bukan soal “berani spekulasi”, melainkan soal membuat peluang profit menjadi lebih terukur dengan perhitungan yang jelas. Jika digunakan secara disiplin, options dapat membantu investor mengelola risiko, meningkatkan probabilitas profit, dan memaksimalkan hasil dari pergerakan harga saham yang tidak selalu besar.
Memahami Konsep Dasar Options Saham Dengan Cara Praktis
Options terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu call option dan put option. Call option memberikan hak untuk membeli saham pada harga tertentu (strike price) sebelum tanggal jatuh tempo. Put option memberikan hak untuk menjual saham pada strike price sebelum jatuh tempo. Dalam praktiknya, investor bisa berada pada posisi buyer (membeli option) atau seller/writer (menjual option). Buyer memiliki risiko terbatas pada premi yang dibayar, sedangkan seller memiliki risiko yang bisa besar jika tidak dikelola.
Yang membuat options menarik adalah investor dapat “membaca arah” pasar lalu memilih strategi yang sesuai: bullish (naik), bearish (turun), atau sideways (bergerak datar). Karena itu, options bukan sekadar alat spekulasi, tetapi alat manajemen posisi yang sangat adaptif.
Menentukan Tujuan: Hedging, Income, Atau Growth
Sebelum memilih strategi, tentukan dulu tujuan utama Anda. Ini langkah paling penting agar keuntungan benar-benar terukur dan tidak menjadi aktivitas gambling terselubung. Jika tujuan Anda melindungi portofolio saham, strategi hedging lebih cocok. Jika tujuan Anda menambah penghasilan rutin, strategi income seperti covered call dapat dipertimbangkan. Jika tujuan Anda mengejar pertumbuhan agresif dengan risiko yang sudah dihitung, strategi spread dan directional option bisa menjadi pilihan.
Menentukan tujuan akan membantu Anda memilih struktur risiko yang benar. Tanpa tujuan, investor cenderung membeli option “karena murah” atau “karena katanya bisa besar”, padahal itu sering berujung loss.
Strategi Covered Call: Profit Tambahan Dengan Risiko Terkontrol
Covered call adalah strategi income yang cukup populer dan lebih mudah dipahami. Caranya adalah Anda memiliki saham terlebih dahulu, lalu menjual call option pada saham tersebut. Dari penjualan option, Anda menerima premi sebagai keuntungan langsung. Jika harga saham naik tetapi masih di bawah strike, Anda tetap memegang saham dan tetap mendapat premi. Jika harga saham naik melewati strike, saham berpotensi dipanggil (terjual) pada strike, sehingga Anda tetap profit namun profit maksimal dibatasi.
Strategi ini cocok untuk saham yang Anda pegang jangka menengah dan Anda perkirakan bergerak stabil atau naik pelan. Covered call membuat keuntungan lebih terukur karena Anda mendapat premi sebagai “cashflow tambahan”, bukan hanya berharap capital gain besar.
Protective Put: Asuransi Portofolio Saat Pasar Tidak Pasti
Protective put dilakukan dengan cara membeli put option saat Anda memegang saham. Ini seperti membeli asuransi. Jika harga saham turun tajam, put option naik nilainya sehingga dapat mengurangi kerugian portofolio. Investor sering memakai strategi ini ketika market sedang volatil, menjelang laporan keuangan, atau ketika ada ketidakpastian makro.
Keuntungan strategi protective put adalah downside lebih terkontrol. Anda bisa menentukan berapa batas kerugian maksimum berdasarkan strike put yang dibeli. Walaupun Anda perlu membayar premi, strategi ini membantu menjaga modal tetap sehat sehingga Anda tidak kehilangan momentum investasi.
Bull Call Spread Dan Bear Put Spread Untuk Profit Yang Lebih Terukur
Banyak trader options gagal karena membeli option secara “telanjang”, yaitu hanya membeli call atau put tanpa struktur pembatas. Padahal cara paling realistis untuk membuat profit lebih stabil adalah memakai spread. Bull call spread dilakukan dengan membeli call di strike lebih rendah lalu menjual call di strike lebih tinggi. Bear put spread dilakukan dengan membeli put di strike lebih tinggi lalu menjual put di strike lebih rendah.
Keunggulan spread adalah risiko dan profit maksimum lebih jelas sejak awal. Anda tahu modal yang dipertaruhkan, Anda tahu profit maksimal, dan Anda tahu titik impas. Dengan cara ini, strategi options terasa lebih seperti perencanaan investasi dibanding perjudian.
Mengelola Risiko Dengan Entry Plan Dan Position Sizing
Options bisa membuat portofolio “meledak” bukan karena strategi buruk, tetapi karena ukuran posisi tidak realistis. Untuk membuat keuntungan terukur, tentukan batas risiko per transaksi, misalnya 1–3% dari total modal. Jangan pernah mempertaruhkan terlalu besar hanya karena tergiur potensi return.
Gunakan juga aturan entry plan: kapan masuk, kapan cut loss, kapan take profit. Jika Anda membeli option, ingat bahwa waktu bekerja melawan Anda karena ada time decay. Itu sebabnya Anda harus disiplin, tidak boleh menahan option tanpa alasan kuat sampai mendekati jatuh tempo.
Evaluasi Dengan Probabilitas Dan Konsistensi, Bukan Sekadar Profit Besar
Kunci sukses options bukan mencari satu transaksi yang “jackpot”, melainkan membangun strategi yang konsisten menang dalam jangka panjang. Fokus pada probabilitas profit, risk-reward yang sehat, serta evaluasi hasil secara berkala. Catat setiap transaksi: alasan entry, kondisi pasar, strike dan expiry, serta hasil akhir. Dengan pencatatan ini, Anda bisa mengukur apakah strategi Anda benar-benar terukur atau hanya beruntung sesaat.




